Kamis, 09 Desember 2010

Anas Kecewa Adik Sultan Mundur dari Demokrat

Apa reaksi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum atas keputusan adik Sultan HB X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabu Kusumo mundur tak hanya dari posisinya sebagai Ketua Partai Demokrat DIY, tapi juga keluar dari partai?
"Jika benar Mas Prabu Kusumo mundur dari Partai Demokrat, sebagai sahabat dan Ketua Umum saya menyayangkan. Saya menghormati pilihan politiknya itu," kata Anas Urbaningrum dalam akun twitternya @anasurbaningrum, yang diposting Kamis  9 Desember 2010.
Seperti diketahui, putra Sultan HB IX ini memutuskan mundur dari Demokrat. Semalam, ia berpamitan dengan pengurus partai dan akan mengembalikan kartu anggota. Kamis 9 Desember 2010 pagi ini.
"Saya mundur sebagai Ketua Demokrat DIY dan sebagai anggota Partai Demokrat. Saya tetap memegang teguh dan membela harga diri serta martabat ayah saya dan almarhum Pakualam VIII," kata Prabu Kusumo, semalam. 
Sebagai kawan berdiskusi di Demokrat, Anas mengaku mencoba memahami keputusan Prabu Kusumo dengan melihat sisi positif dari keputusan itu. Termasuk kebebasan menentukan langkah sendiri, sebagai konsekuensi pilihan dalam berpartai.
"Berpartai itu sukarela. Bisa masuk dan aktif, tetapi juga bisa berhenti. Tidak ada halangan apapun bagi kader," kata Anas.
Eks Anggota Komisi Pemilihan Umum ini mengaku cukup kenal dengan sosok Prabu. Anas berharap hubungan personal keduanya tidak akan terganggu dengan kemunduran ini. "Saya yakin silaturahmi dan persahabatan akan tetap terjaga baik," ujarnya.
Anas mengucapkan terima kasih atas kiprah Prabu selama di Demokrat. Terutama soal kinerja dan dedikasi Prabu selama lima tahun memimpin Demokrat Yogyakarta.

TEMPO Interaktif, Jakarta -WDA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar